Sesulit apakah hidup di Korea Selatan

 

Apakah kehidupan sulit di Korea Selatan?

Dulu aku adalah seorang pelajar di Korea Selatan untuk sebagian besar hidupku, dan aku bisa mengatakan dengan pasti bahwa hidup di Selatan memang sangat sangat sulit.

Jangan salah paham, rasanya tidak seburuk tetangga di Utara, tapi tetap saja terasa cukup sulit.

Neraka Joseon adalah istilah yang digunakan oleh banyak pemuda Korea Selatan, merujuk pada kesulitan-kesulitan dan masalah-masalah Korea Selatan. (Joseon adalah nama dari salah satu kerajaan terdahulu di sejarah Korea)

Diantaranya:

1. Persaingan Ekstrem

Ini adalah bangunan dekat daerah aku dulu tinggal. Hanya dalam satu bangunan saja, aku dapat menghitung paling tidak 10 tempat bimbingan belajar (bimbel). Saat aku kelas 6, aku pergi ke bimbel 11 kali dalam sepekan. Ketika aku naik kelas 7, aku mulai menghadiri sebuah akademi yang berspesialisasi di tingkat Matematika yang sangat tinggi untuk KMO (Korean Math Olympiad). Setiap pelajaran berdurasi 5 jam, dengan 2 jam tambahan untuk belajar ekstra wajib sampai pukul 11:30 malam. Tetap saja, aku gagal ujian dengan nilai 16/100. Temanku dapat 92.

Ini adalah pintu masuk ke universitas paling bergengsi di Korea Selatan, Universitas Seoul. Untuk mungkin masuk ke universitas ini, kamu memerlukan nilai yang nyaris sempurna dalam KSAT.

KSAT, tanpa ragu, jauh lebih sulit daripada SAT, dan siswa-siswi belajar untuk itu bertahun-tahun. Faktanya, sangat banyak orang yang gagal dan mengulang ujian ini, maka dari itu, ada Kampus-Akademi khusus yang membuatmu fokus hanya untuk ujian ini dan tidak ada yang lain.

Namun, masih, jutaan orang di Korea belajar sebaik mungkin untuk masuk ke universitas yang lebih-buruk-dari-kebanyakan-kampus-ivy ini. Ujian ini sangat penuh dengan tekanan untuk di ambil, makanya, kepolisian mengerahkan personel dan perahu polisi mereka di Sungai Han pada hari ujian karena begitu banyak siswa mencoba bunuh diri.

Lihat jembatan ini, diberi nama "Jembatan Kematian":

Huruf Korea ini dibaca "Aku mengerti kamu kelelahan akhir-akhir ini".

Namun, bahkan jika kamu mendaftar ke universitas terbaik di Korea, sangat sulit mendapatkan pekerjaan. Kenapa? Karena kamu butuh lebih dari itu.

Kebanyakan perusahaan-perusahaan besar mengharuskan setiap pelamar memiliki nilai TOEIC lebih dari 700–800, dan jika mereka tidak memilikinya, mereka bahkan tidak bisa mendaftar. Tidak berhenti disana. Kamu juga perlu memiliki IPK yang nyaris sempurna, dan rata-rata IPK POSCO 3,83!

Dan masalahnya adalah semua orang sangat bagus.

Ini semakin sulit dan sulit untuk mendapatkan pekerjaan, yang mengakibatkan kenapa banyak keluarga kaya termasuk saya harus pindah ke negara lain.

2. Tingkat bunuh diri yang tinggi

Peningkatan besar pertama pada 1998 karena krisis IMF Korea (Oligarki menyalahkan rakyat).

Peningkatan kedua pada 2002 karena bencana kartu kredit (Politikus menyalahkan rakyat).

Yang ketiga pada 2008 yang mana kamu mungkin sudah tahu.

Korea memiliki tingkat bunuh diri paling tinggi dari negara OECD, dan ini selalu meningkat. Kenyataannya, dulu ada bunuh diri nyata yang terjadi sekitar 6 tahun yang lalu di salah satu tempat bimbel aku dulu pergi. Tapi itu tidak benar-benar mengguncang reputasi akademi karena hal itu sangat umum. Desas-desus menyebar untuk sementara waktu, dan kemudian berhenti begitu saja.

3. Tempat kerja yang mengerikan

Korea memiliki jam kerja terpanjang kedua dalam OECD sedangkan memiliki bayaran lebih rendah secara signifikan daripada negara-negara lain. Bahkan ada sebuah istilah populer Pembayaran Passion, yang merujuk ke bayaran dengan jumlah sedikit yang di dapatkan orang-orang, biasanya beralasan dengan mengatakan "kamu ber-passion dengan pekerjaan ini, kan? Jadi aku tidak perlu membayar banyak uang".

Tentu saja, kita semua-aku, kamu, atasan, pekerja tahu ini adalah omong kosong. Tapi kenyataannya tidak banyak yang bisa dilakukan tetntang hal ini.

4. Ketidakmampuan umum kelas elit

2 tahun lalu, Park Geun Hye yang diketahui sebagai presiden dimakzulkan. Sekitar 20% dari seluruh populasi Korea berpartisipasi dalam berbagai unjuk rasa.

Mereka pergi sangat dekat dengan Rumah Biru (Rumah Putih versi Korea) dan berhasil memaksanya ke pengadilan. Ini merupakan momen bersejarah dalam melestarikan demokrasi Korea, dan menunjukkan betapa bersatunya masyarakat, tapi sebaliknya, ini membuktikan betapa mengerikannya korup politikus.

Park Gen Hye, secara khusus dikendalikan oleh Rasputin versi Korea, Choi Sun Sil, dan mengizinkannya menerima jutaan dolar dari suap oleh perusahaan-perusahaan besar seperti Samsung, dan membantunya mencuci uang hingga 8 milyar dolar. Dia diyakini memiliki sekitar 400–500 perusahaan tempurung di seluruh Eropa.

CEO Samsung masuk penjara, dan setelah banyak investigasi, bahkan ternyata lebih banyak perusahaan-perusahaan yang terlibat secara mendalam, seperti LG dan NEXON.

Aku akan memperkenalkan istilah lainnya yang digunakan oleh Korea, Gapjil. "Gap" berarti elit, atau superior, dan "Jil" berarti tindakan. Ini merujuk ke banyak tindakan keterlaluan yang dilakukan oleh banyak elit di Korea menggunakan uang dan kekuasaan mereka.

Orang-orang kaya mendapat hukuman lebih pendek, bebas lebih awal, politikus bertindak kasar kepada orang biasa, ya, bahkan setiap hari pelanggan melecehkan pelayan.

5. Konfusianisme radikal yang mengarah ke Otoriterisme

Korea secara historis menjadi negara Konfusianisme, tapi ada banyak konsep dasar Konfusianisme yang tidak baik, seperti:

- Pekerjaan-pekerjaan dengan jenis kelamin spesifik dan seksisme

- Kewajiban mutlak kepaada otoritas dan senior-senior

- Tingkat kekerasan terhadap pelecehan-anak bisa diabaikan

- Konservatisme ekstrim

Akibatnya, Korea menderita banyak masalah sosial terkait hal ini.

6. Pelayanan wajib militer yang hanya untuk laki-laki saja

Semua laki-laki, dan hanya laki-laki saja yang diharuskan untuk melayani di militer selama 2 tahun. Dan bahkan lebih buruk, mereka perlu melayani di salah satu tahap terpenting dalam hidupmu: ketika kamu seharusnya mencari pekerjaan tepat setelah kamu lulus, atau sedang kuliah.

Inilah mengapa wanita sebenarnya memiliki pekerjaan lebih tinggi daripada pria di usia 20an, dan memiliki kelebihan menghancurkan terhadap semua pria.

Ini tidak terlihat seperti kesetaraan gender, ya kan? Ya, tidak.

Dan berbicara tentang gender…

7. Feminisme Radikal

Porsi feminis yang sangat luas di Korea itu sangat… kasar dan mengakibatkan banyak masalah dengan alasan “ketidaksetaraan gender”. Tapi kenyataannya, itu legal di Korea, ada lebih banyak kelebihan menjadi perempuan (tidak wajib militer), dan walaupun wanita mungkin menjadi subjek seksime social, Korea mulai mengambil pandangan yang lebih progresif tentang kesetaraan gender… itu, sampai feminis radikal menyebabkan kebencian ekstrim terhadap feminisme di Korea akhir-akhir ini.

Aku adalah feminis secara definisi karena aku percaya pada kesetaraan gender. Tapi kebanyakan “feminis” di Korea lebih ke chauvinis perempuan.

Womad (jangan dikelirukan dengan WOMAD festival musik) adalah komunitas/situs web “feminis” yang sangat tidak terkenal di Korea, dan

1. Pendirian resminya terhadap komunitas LGBT adalah kebencian.

2. Mendukung Park Geun Hye hanya karena dia wanita.

3. Menyatakan “Semua anak perempuan harus membunuh ayahnya. Mereka semua baj*ngan seksis. Kami mendukung projek membunuh-ayah.” Salah satu anggota komunitas betul-betul memperburuk penyakit jantung ayahnya dengan sengaja.

4. Pendirian resminya salah kaprah.

5. Secara resmi fasis.

6. Menggelarkan kekerasan seksual untuk menghina semua pria.

7. Menghina semua Muslim hanya berdasarkan kepercayaan.

8. Mengambil gambar pria telanjang di kamar mandi secara illegal dan mengunggahnya ke situs web untuk hinaan publik.

9. Menodai dan merusak bendera Korea.

10. Memfitnah personel militer dan sepenuhnya menentang kebijakan untuk mengganti rugi atas seksisme, mengatakan bahwa ini tidak adil karena hanya lelaki yang direkrut. (btw, wanita juga bisa menjadi sukarelawan untuk tentara)

Dan banyak lagi.

Untuk mempelajari lebih tentang Womad, lihat halaman Wikipedia. WOMAD (website) - Wikipedia

8. Rasisme

Korea adalah masyarakat yang cukup rasis, mendirkriminasi terutama terhadap orang-orang Asia Tenggara dan Afrika-Amerika, juga banyak orang India.

Toserba biasanya (walaupun tidak selalu) menyukai orang Kaukasus daripada orang Korea, dan berniat untuk memberikan mereka semua pelayanan dan kesepakatan, sedangkan yang bukan orang Kaukasus dianggap… rendah.

Ini sebagian besar berasal dari "kebanggaan" Korea bahwa semua orang Korea adalah satu, ras murni, dan sepanjang sejarah, telah dianggap memalukan untuk mencampurkan darah dengan ras lain.

Juga, melalui perkembangan ekonomi yang cepat, orang Korea merasa bangga bahwa mereka adalah "negara maju", dan karena itu lebih unggul daripada negara-negara berkembang seperti Filipina dan Vietnam.

Salah satu contoh rasisme adalah kenyataan bahwa sebagian besar akademi pengajaran bahasa Inggris secara eksplisit mengatakan "Kami mencari orang kulit putih." saat merekrut. Juga, sebuah penelitian menemukan bahwa siswa dan orang tua lebih memilih guru bahasa Inggris kulit putih daripada guru bukan kulit putih meskipun memiliki keterampilan yang sama.



https://qr.ae/pNsf9k

Post a comment

0 Comments