keterampilan non-teknis yang sebaiknya dimiliki fotografer

Karena fotografi itu sangat luas, saya coba dari sudut pandang profesi aja kali ya.

Tadinya mau jawab kemampuan survei lewat peta, membaca cuaca, sama survival skill. Tapi kok rasanya itu teknis juga hehehe.

1. Marketing

Ini yang paling penting menurut saya. Setelah berlatih untuk bisa memotret dengan baik. Maka selanjutnya adalah bagaimana memasarkan jasa kita.

  • Kita harus bisa menakar kemampuan kita, lalu memutuskan berapa harga yang pantas ditawarkan atas jasa kita. Kemudian buat penyesuaian seiring dengan kenaikan kemampuan dan pengalaman.
  • Kita harus bisa menyusun portfolio yang representatif dan terkini. Sekarang platform yang paling efektif masih instagram. Teruslah memotret dan sering-seringlah memamerkan karya. Posting dengan rutin, gunakan hashtag yang efektif sesuai produk dan target market kita. Semakin sering upload maka nama dan karya semakin sering beredar, jika beruntung karya kita bisa di-feature oleh akun terkenal dan itu bisa jadi leverage untuk kita. Kita juga harus selalu siap untuk adaptasi jika ada pergeseran platform.
  • Memiliki website pribadi. Kalau bisa jangan yang free. Beli domain yang kredibel (misal .com, .co, dll.). Keluar uang memang, tapi itu sangat membantu menaikan kredibilitas kita terutama ketika menghadapi calon klien besar.
  • Kalau perlu, beriklan. Pada dasarnya jasa fotografi adalah bisnis yang perlu promosi salah satunya lewat iklan.
  • Mampu membaca perubahan pada pasar. Selalu perhatikan tren, sesuaikan produk (jasa) yang kita tawarkan dengan kondisi pasar. Jangan lupa untuk tetap menyeimbangkan dengan karakter/ciri khas/idealisme (kalau ada) yang kita punya.

2. Komunikasi

Jika sudah siap dengan "modal" pemasaran, yang selanjutnya perlu dikuasai adalah kemampuan berjualan.

  • Mampu melakukan negosiai dengan baik. Intinya bagaimana cara meyakinkan calon klien untuk memakai jasa kita sesuai dengan harga yang kita tawarkan untuk pekerjaan tersebut. Misalnya jika kita masih pemula, kita tidak memiliki banyak daya tawar karena kita yang butuh pekerjaan. Maka kita harus bisa menghadapi calon klien dengan tanpa "jual mahal" namun tetap terlihat meyakinkan. Begitu juga sebaliknya
  • Jika hal di atas tidak berjalan dengan lancar, maka kita harus mampu melakukan kompromi, alias menyesuaikan seberapa jauh jasa yang kita berikan unuk klien tertentu di luar dari kebijakan standar kita. Tentunya ini dilakukan dengan perhitungan sehingga tidak sampai merugikan salah sat pihak.
  • Dapat me-maintain relationship dengan klien. Walaupun pekerjaan sudah selesai, kita harus bisa untuk memelihara hubungan kita dengan mantan klien tersebut. Sediakan waktu untuk berkomunikasi secara teratur sehingga mereka tidak lupa dengan kita. Sehingga jika mereka membutuhkan fotografer lagi, ada peluang ia akan ingat untuk meminta kita membantunya lagi.

3. Financial Planning

Kecuali fotografer in-house, biasanya fotografer tidak memiliki gaji/penghasilan tetap. Maka kita harus mampu mengatur keuangan.

  • Jika alat kita masih minim, maka kita harus bisa untuk lebih dulu mengalokasikan budget untuk upgrade alat sampai mencukupi. Ingat, hanya sampai mencukupi. Tidak perlu sampai mewah. Jangan tergoda untuk upgrade alat yang tidak perlu kecuali memang benar-benar butuh. Karena itu termasuk pemborosan (misal: beli Nikon D5 padahal kliennya kebanyakan wedding yang sebenarnya cukup pakai Nikon Z6). Pertimbangkan juga ROI-nya.
  • Jika alat sudah cukup, maka kita harus mampu menyisihkan pendapatan hingga mencukupi untuk biaya hidup sekurang-kurangnya selama 6 bulan. Seperti orang dagang, pembeli yang datang tidak selalu sama jumlahnya setiap harinya. Kita akan membutuhkan dana cadangan tersebut ketika pembeli berkurang atau bahkan tidak ada yang datang. Saya sendiri sudah merasakannya langsung ketika pandemi covid-19 ini.
  • Jika sudah memiliki dana cadangan, maka kita bisa alihkan alokasi sebagian besar pendapatan untuk investasi di luar biaya hidup. Apapun bentuknya bebas, sesuaikan dengan keinginan, keahlian, dan kemampuan masing-masing

Disclaimer: Opini pribadi. Semua poin di atas adalah kondisi ideal, saya sendiri pun belum sanggup mempraktekkan semuanya dengan berhasil. 🤣🤣🤣

Sumber Gambar:

How Do You Define Marketing in Business?

How to Improve Leaders' Communication Skills

https://www.pexels.com/photo/white-and-black-desk-calculator-on-white-graphing-paper-159804/


https://qr.ae/pNsfWQ

Post a comment

0 Comments