Kehidupan kaum marjinal di Korea Selatan

 

Bagaimana sebenarnya kehidupan kaum marjinal di Korea Selatan?

Pertama-tama mari kita pahami dulu apa yang dimaksud dengan kaum marjinal:

"Kaum marjinal adalah kelompok yang selalu terpinggirkan dari berbagai aspek kehidupan, seperti gender, biologis, agama, ekonomi, etnis dan lain-lain."

Walaupun terdapat banyak aspek dalam mengidentifikasi kaum marjinal, kemiskinan dapat disebut sebagai identitas utama dalam mengidentifikasi status marjinalitas masyarakat. Dimana, masyarakat miskin adalah masyarakat yang rentan terhadap ketidakmampuan mengikuti laju perkembangan ekonomi masyarakat pada umumnya, sehingga mengambil profesi-profesi tidak layak sebagai alternatif terakhir untuk bertahan hidup.[1]

Seperti di negara lainnya, Korea Selatan pun terdapat masalah kemiskinan yang belum teratasi. Mirisnya, sebagian besar dari masyarakat miskin adalah para manula yang dulunya berjuang untuk menjadikan Korea Selatan negara maju seperti sekarang ini. Korea Selatan merupakan salah satu negara kapitalis di dunia, sehingga mengharapkan mendapat kesejahteraan sosial dari pemerintah adalah hal yang mustahil. Kemudian, keluarga yang harusnya menjadi paling peduli pada kaum manula telah meninggalkan tradisi lama merawat orangtua. Berdasarkan survei pemerintah Korea Selatan, hanya dalam kurun waktu 15 tahun, presentasi anak yang berpikir harus merawat orangtua turun dari 90% menjadi 37%. Masyarakat Korea Selatan sekarang berpikir bahwa lebih berguna untuk "menginvestasikan" waktu dan uang mereka untuk anak daripada merawat orang tua yang renta. [2]

Rumah Kardus

Para manula menghadapi dua pilihan hidup, antara tetap berjuang dalam kemiskinan tanpa bantuan dari pemerintah atau mengakhiri hidup mereka karena depresi. [3]Korea Selatan adalah negara dengan tingkat bunuh diri tertinggi ke-10 di dunia. Kondisi tersebut diperparah dengan depresi para manula yang memicu naiknya angka bunuh diri dari 35/100ribu jiwa pada tahun 2000 menjadi 82/100ribu jiwa pada tahun 2010. [4]

Bukan kematian yang dikhawatirkan oleh orangtua, tapi mereka khawatir tidak berarti dan membebani anaknya

Jadi, bagaimana sebenarnya kehidupan kaum marjinal di Korea Selatan? Sangat menyedihkan! Itu terasa sulit dan terutama sepi.

Sumber Gambar:

Soulless in Seoul

Catatan Kaki


https://qr.ae/pN2CLv

Post a comment

0 Comments