Apa yang salah dengan buku pengembangan diri ?

Saya sudah baca buku-buku pengembangan diri beberapa tahun terakhir.

dan saya akui itu sebuah kecanduan. Jika saya simpulkan semua yang dikatakan berulang - ulang kali dalam buku motivasi, akan seperti ini :

  • Percaya diri
  • Fokus pada apa yang kamu mau
  • Tetap bugar
  • Jangan menyerah
  • Melihat masalah sebagai " Kesempatan "
  • Jadilah optimis

Itu hanya beberapa yang saya sebutkan, bagaimanapun , jika kamu mau lebih banyak, itu bisa berupa meditasi, olahraga, visi blah blah.

Menarik kan kedengarannya.

'Oh! Pria ini menjadi CEO hanya dengan mengikuti itu ?Saya juga bisa'

Tapi itu tak kan pernah terjadi. Sadar lah, itu hanya menunda tombol alarm kamu.

Jika buku pengembangan diri benar -benar ampuh, setiap orang yang telah membacanya akan sukses. Namun, saya tahu banyak orang yang meskipun belum membaca buku-buku seperti itu, mereka bisa sukses dan bahagia.

sumber gambar : google

Jadi, Apa yang salah dengan buku pengembangan diri?

Tidak ada.

Yang salah adalah sistem kepercayaan kami.

Sesuatu yang 'eksternal', seperti kata-kata dari buku semacam itu, bertindak hanya sebagai stimulus sementara, sampai dan kecuali sesuatu di dalamnya tidak berubah.

Kami berencana untuk bangun pagi, tapi tidak bisa. Sistem kepercayaan kami.

Kami berencana untuk bermeditasi tetapi kami tidak bisa. Sistem kepercayaan kami.

Kami berencana untuk berpikir positif, tetapi tidak bisa. Sistem kepercayaan kami.

Otak kita adalah komputer paling rumit yang pernah dikenal, dan pemrograman mengatur hidup kita.

Output berubah saat program berubah.

Oleh karena itu, daripada membaca lebih banyak buku semacam itu, lebih baik kita bekerja berdasarkan keyakinan.

Saya pernah membaca bahwa langit bukanlah batasnya, sistem kepercayaanlah yang menjadi batasnya.


https://qr.ae/pN2wU8

Post a comment

0 Comments