Ini dia wanita terkejam tersadis di dunia

May 10, 2020
Mari saya perkenalkan, Miyuki Ishikawa, sang Bidan Iblis.
Miyuki Ishikawa di depan Kantor Polisi Wameda
Miyuki Ishikawa atau yang sering dikenal dengan Bidan Iblis (Demon Midwife) lahir pada tahun 1897 dan lulus dari salah satu universitas ternama Jepang, Universitas Tokyo. Setelah lulus, ia bekerja di rumah sakit bersalin Kotobuki sebagai direktur.
Tindakan aborsi dulu tidak diperbolehkan di Jepang padahal banyak pasangan yang menginginkan aborsi karena tidak memiliki uang untuk merawat bayi mereka.
Ia menghadapi masalah ketika para orangtua bayi-bayi ini tidak bisa membayar tagihan pengobatan dan perawatan bayi mereka sehingga berdampak pada rumah sakit bersalin tempat Miyuki Ishikawa ini bekerja. Ia dengan sengaja membiarkan bayi-bayi yang dirawat mati kelaparan dan kadang dibiarkan sakit hingga akhirnya meninggal.
Belum cukup sampai disitu, ia memanfaatkan kesempatan ini untuk meraup keuntungan yang cukup banyak dari tindakan keji ini. Ia meminta bantuan dari seorang dokter bernama Shiro Nakayama untuk mengeluarkan sertifikat kematian palsu bayi yang sudah dibiarkan meninggal begitu saja. Suaminya, Takeshi Ishikawa, membantunya mengumpulkan uang dari para orangtua bayi dengan memberikan sertifikat kematian palsu tersebut dan membujuk para orangtua ini untuk membayar mereka karena biaya untuk merawat bayi yang tidak diinginkan jauh lebih mahal.
Dari tindakan ini sendiri, ia membunuh sekitar 103–169 bayi. Pemerintah lokal membiarkan kasus ini terus berjalan membuat bidan-bidan yang bekerja di rumah sakit tersebut mengetahui malpraktik ini dan akhirnya memutuskan untuk keluar.
Kejadian ini terendus oleh polisi dan akhirnya menginvestigasi rumah sakit bersalin tempat Miyuki Ishikawa bekerja. Sesampainya di rumah sakit, mereka menemukan 5 jasad bayi yang diduga korban dari Miyuki Ishikawa. Hasil dari autopsi menyatakan bahwa penyebab kematiannya tidak alami.
Kasus Miyuki Ishikawa dimuat dalam koran Asahi Shimbun
Miyuki Ishikawa akhirnya ditangkap bersama dengan suaminya dan Dr. Shiro Nakayama. Setelah diinvestigasi lebih lanjut, polisi menemukan lebih dari 40 jasad bayi di salah satu rumah pekerja Miyuki Ishikawa yang bertugas untuk mengurus pemakaman. Kemudian ditemukan 30 jasad bayi lagi di dalam kuil.
Banyaknya jumlah jasad yang ditemukan membuat polisi kewalahan dalam menentukan rentang waktu kejadian dan jumlah korban.
Jasad bayi yang ditemukan oleh polisi
Pihak berwajib menilai tindakan Miyuki Ishikawa ini sebagai sikap lalai dalam bekerja dan hanya dijatuhi hukuman 8 tahun penjara, sedangkan suami dan Dr. Shiro Nakayama dijatuhi hukuman 4 tahun penjara.
Kejadian ini juga memberikan tamparan balik bagi pemerintah Jepang dan akhirnya melegalisir praktik aborsi hanya jika sepasang suami istri memiliki masalah ekonomi dan tidak mampu membiayai perawatan bayi mereka dengan menetapkan Euginic Protection Law (Hukum Perlindungan Ibu).
Menurut Anda, apakah tindakan aborsi perlu dilegalisir di Indonesia?
Sumber:

https://qr.ae/pNyn5a

No comments:

Powered by Blogger.