HOOQ gulung tikar ? NETFLIX masih defisit?

May 11, 2020

Karena HOOQ dari awal rilis sampai sekarang belum profit dan sudah kehabisan cash.
Saya bekerja di salah satu penyedia jasa IPTV dan video streaming. jadi sedikit tahu tentang bisnis ini.
Bisnis penyedia layanan video streaming ini biaya operasionalnya sangat besar, tapi pendapatannya belum bisa menutupi biaya operasional. Bahkan Netfilx pun sampe sekarang masih rugi tiap tahunnya.
Saya mau sedikit jelasin tentang 2 hal yang paling banyak memakan biaya operasinal.
  • Content Delivery Network (CDN)
    Untuk bisa mendeliver video content ke user dengan kualitas yg baik dan ga macet2, dibutuhkan CDN yang bagus. tapi untuk penyedia yang baru mulai di bisnis ini kaya HOOQ, mereka ga akan langsung bangun data center sendiri karena biayanya terlalu besar. jadi mereka pakai pihak ketiga, setau saya HOOQ pakai Brightcove, one stop solution untuk video streaming provider, jadi HOOQ ga perlu mikirin data center untuk encoder, CDN, analytics, DRM, bahkan subscribtion management pun udah disedian sama Brightcove.

    Nah di sini msalahnya, jadi skema bisnis CDN ini perusage, bisa per durasi atau per bandwidth. untuk per bandwidth misal kita nonton 1 film itu ngabisin data 1GB, 1GB itu harus dibayar sama HOOQ. biasanya tarifnya per TB sih, jadi semakin banyak user yang nonton malah semakin banyak pengeluarannya. klo kita berlangganan bulanan trus kita nonton setiap hari 8 jam. pasti rugi banget HOOQ nya.

    makanya di netflix ada fitur "Are you still watching?" biar sedikit mengurangi penggunaan bandwidth klo misalkan ada user nonton tapi malah ditinggal. tapi netflix udah punya data center sendiri jadi lebih hemat di biaya operasianal untuk CDN.

    Itu baru skema CDN, belum biaya untuk untuk Encoder, DRM, Subscription service dll.
  • Content Provider
    Biasanya ini biaya paling besar, Dalama bisnis ini, Konten adalah raja. karena itu yang dicari user. semakin populer kontennya semakin mahal biayanya, misalnya netflix bayar Rp 1,4T untuk lisensi serial 'The Office' selama setahun. dan kalau semakin populer tiap tahun content provider akan naikin tarifnya. dan bakal jadi masalah juga kalo content provider ga mau memperpanjang lisensi, nanti aplikasinya jadi sepi dan ga menarik lagi, kaya disney yang narik semua filmnya dari netflix untuk ditayangin di platfrom mereka sendiri, Disney+.

    Makanya netflix beberapa tahun ini lagi gencar bikin konten orisinil, HOOQ, Iflix, Maxstream juga ngikut strategi ini, mulai bikin konten orisinil. jadi mereka cukup bayar biaya produksi di awal dan kontennya bisa ada di platform mereka tanpa batas waktu dan tanpa ketergantungan pihak ketiga lagi.
2 Hal itu yang bikin untuk survive di bisnis ini sangat sulit dan mahal.
EDIT:
Ini ada video penjelasan yang bagus tentang kenapa netflix masih defisit

https://qr.ae/pNyy1E

You Might Also Like

0 comments

SUBSCRIBE NEWSLETTER

Get an email of every new post! We'll never share your address.

Popular Posts

Flickr Images