Efek samping dari KB?

May 07, 2020
18+
  1. KB Kalender
Kehamilan anak pertama saya terjadi karena iseng-iseng berhadiah. Setelah saya mulai sembuh dari vaginismus kami menggunakan kb kalender agar perencanaan finansial menghadapi kehamilan lebih matang. Maklum saat itu kami baru memutuskan beli rumah yang mana harus atur dana kesana kemari.
Kehamilan anak pertama terjadi karena ejekulasi pada masa tidak subur. Padahal sudah saya perhatikan betul kalender ovulasi baik dari aplikasi hp maupun perhitungan versi manual.
Mulai dari sini saya tidak percaya sistem KB Kalender. Hehe.
Meski begitu kami menyambut kehamilan ini dengan sukacita karena pernikahan kami telah memasuki usia dua tahun pernikahan. Tak dinyana setelah 3 bulan mengandung saya mengalami abortus spontan. Saya melahirkan janin saya tiba-tiba di kamar mandi. Keguguran. It's so sad.
2. KB alami (coitus interrupt)
Kami menggunakan metode keluar di luar pasca nifas melahirkan anak ke 2. Metode ini cukup membuat deg-degan karena peluang keberhasilannya hanya 70%. Saya khawatir suami khilaf dan keenakan lalu tau-tau anget. Nyebelin, ya?
Ada beberapa teman perempuan saya mengalami dan mengeluhkan hal serupa. Suaminya lepas kendali hingga mengakibatkan kehamilan. Padahal anak mereka masih asi ekslusif dan akhirnya sapih paksa. Duh, kasihan banget hak ASI si dedek harus dicabut karena bapaknya khilaf. Haha.
Sayapun jadi selalu cemas dan introgasi suami apakah doski khilaf atau tidak.
3. Kondom
Dulu kami pernah menggunakan kondom setelah selesai nifas keguguran untuk menghindari infeksi. Vagina saya perih. Rasanya seperti terbakar. Entah karena saya belum pulih total atau memang tidak cocok dengan kondom tersebut. Kamipun tak pernah lagi menggunakannya sampai pasca melahirkan anak kedua kami.
Kami mengikuti seminar seks pasutri yang dibawakan oleh Citra Ayu Mustika alias Mak Haji. Seorang konselor laktasi dan penulis buku "Terong Lyfe". Ia mengenalkan kondom okam*to yang sangat tipis dan aman. Katanya rasanya seperti tidak pakai kondom.
Karena kondom okam*to sangat mahal dan sulit dicari, kami mencoba merek lain dengan versi "extra thin". Tidak ada keluhan rasa terbakar dan keluhan lain.
Setelah beberapa kurun waktu menggunakan kondom tetep saja membuat saya was-was. Selain secara feel terlalu licin, kondom yang dijual bebas kadang kekecilan terlalu menjepit atau kadang kedodoran yang membuat cairan semen tumpah kemana-mana. Akhirnya kami berhenti menggunakan kondom. Malu disenyumin penjaga alpa karena tiap datang beli kondom. Hehe.
4. IUD ( Intra Uterine Device )
Ilustrasi: lvbart.com
Sebelum menyepakati keputusan menggunakan IUD suamiku awalnya sukarela mau melakukan vasektomi. Entah kenapa endingnya jadi saya yang disuruh pasang IUD. Selain karena alasan agamis, kami sendiri belum mendapatkan informasi jelas tentang plus minus vasektomi. Alasan lainnya karena dia takut 😜.
Saya pasang IUD merek N*va T yang tidak ditanggung BPJS. Kata bidan merek ini bagus dan tahan hingga 5 tahun. IUD jenis ini non hormonal karena saya tidak ingin proses menyusui terganggu.
Saya baru pasang waktu anak saya menginjak usia 9 bulan. Saya dapat bonus diomelin dokter karena terlambat pasang. Harusnya saat selesai nifas katanya biar tidak kebobolan. Mana pasangnya waktu tidak sedang haid jadinya pediih banget. Sejauh ini efek samping yang saya rasakan:
  • Pasca pemasangan saya mengalami keram perut seperti nyeri haid. Saya mengalami bleeding hingga seminggu tapi bukan haid. Darah yang keluar adalah proses adaptasi IUD di dinding rahim.
  • Saya sering mendapati flek darah pada pakaian dalam pada 1–3 bulan pasca pemasangan.
  • Flek setelah berhubungan seksual. Alasannya karena kontraksi rahim pada saat orgasme.
  • Kuantitas menstruasi lebih banyak dan durasinya lebih lama.
  • Saya keram perut saat masa subur.
  • Saya keram perut saat menstruasi. Dibandingkan sebelum penggunaan, rasa keramnya naik satu tingkat.
  • Sebelum pemasangan IUD kuantitas darah menstruasi saya dari banyak ke sedikit. Sekarang kuantitasnya tidak menentu. Sedikit-banyak-banyak-sedikit-banyak-sedikit-banyak. Kalau yang muslim pusing mandi wajibnya. Soalnya udah cape-cape mandi keluar maning keluar maning, son.
Sejauh ini tidak ada kendala yang berarti hanya saja suami yang selalu cerewet nanya kapan selesai haid. Wkwkw.

https://qr.ae/pNyps9

No comments:

Powered by Blogger.