motivasi pernikahan yang perlu kamu kritisi

October 23, 2019

Belakangan, seruan untuk nikah muda sangat santer kita dengar. Kebanyakan berlatar belakang agama, mulai dari yang bilang menghindari zina hingga janji surga. Tapi, diatas itu semua ada satu motivasi yang saya rasa lebih bodoh dari apapun.
Gambar ini sempat beredar kencang di circle social media saya. Banyak sekali kenalan maupun teman saya membagi dan mengamini tabel ini, dan ini membuat saya sedikit frustasi.
Begini, mungkin dengan judul mentereng seperti "dalam sudut pandang ekonomi dan masa depan" seperti tabel tersebut, orang akan berpikir bahwa tabel ini logis, realistis, dan benar adanya. Tapi coba kita kritisi.
  • Tabel ini menyamakan manusia dengan robot. Bila dia menikah usia 26 tahun, pasti dia punya anak di usia 28. Pasti anaknya masuk sd ketika di usia 35, dan pasti anaknya akan menikah di usia 26 tahun juga, sama seperti dirinya.
  • Mohon maaf nih, life doesn't work like that. Itu sama saja melangkahi takdir Tuhan. Memang situ yakin kalau begitu nikah, enak-enak, terus langsung isi gitu? Banyak orang berjuang untuk bisa punya anak, ada yang langsung dikasih sama Tuhan, ada juga yang butuh proses lama.
  • Misal pun dia langsung punya anak, apakah timeline tersebut akurat untuk penjabaran perjalanan study dan karir anak? Bagaimana kalau dia memutuskan tidak kuliah? Bagaimana kalau dia drop out?
  • Tabel itu berasumsi bahwa anak akan menikah pasti di usia 26 tahun. Yakin? Okay, saya mulai lelah karena ini sudah kelihatan sekali bodohnya.
Tapi kan itu untuk perencanaan masa depanestimasi,masa tidak boleh?
  • Anu, maaf. Kehidupan, jodoh, sama kematian itu tidak bisa direncanakan. Tabel ini tidak ada gunanya karena pada akhirnya itu variabel yang bersifat takdir, tidak seperti karir atau study yang memang masih bisa diusahakan. Kalau merencanakan anak lahir setelah setahun pernikahan, terus otomatis bisa dapat anaknya gitu? Kan tidak. Gemes. Kadang saya tidak percaya kalau hal seperti ini musti dijelaskan.
Itu baru ANAK PERTAMA! dan ini sekedar estimasi. Dulu ane nikah cepet-cepet juga gara-gara tabel ini kok!
pantas saja banyak manusia single yang insecure karena single-shaming. Pantas banyak yang buru-buru nikah padahal tahu calon suaminya suka selingkuh, suka kasar, asalkan hidupnya lurus terus mulus dan masuk kategori "ideal" menurut tabel tersebut.
Pantas saja nikah jadi capaian terhebat manusia Indonesia, karena mau prestasi apapun, kalau di tabel ini bilang kamu masuk kategori waspada dan siaga, maka hidupmu otomatis tidak berguna lho. Soalnya alur hidup yang benar adalah kawin - beranak - ngawinin anak - mati.
Speechless.

You Might Also Like

0 comments

SUBSCRIBE NEWSLETTER

Get an email of every new post! We'll never share your address.

Popular Posts

Flickr Images