Mengapa generasi muda tidak ingin memiliki anak?

October 13, 2019

Karena kita, generasi muda, memiliki apa yang tidak dimiliki oleh orangtua kita.
Apa itu?

Pilihan.
Orangtua kita tidak memiliki kemewahan pilihan berlimpah seperti yang kita miliki saat ini.
Orangtua kita, hidup di era di mana semuanya serba terbatas.
Mereka tidak dapat bepergian dengan leluasa, karena transportasi itu mahal dan hanya dapat dinikmati oleh segelintir orang.
Mereka tidak dapat menikmati pendidikan yang bagus, karena pendidikan yang bagus itu mahal dan hanya dapat dinikmati oleh segelintir orang.
Relasi mereka hanya terdiri dari kenalan sekolah dan rekan kerja saja.
Mereka tidak dapat berkomunikasi dengan kawannya terlalu sering, karena telepon itu mahal dan hanya dapat dinikmati oleh segelintir orang.
Karena keterbatasan pilihan itu lah, orangtua kita terkurung di satu titik untuk waktu yang lama secara fisik dan psikis.
Karena terkurung di satu titik untuk waktu yang lama, maka tidak ada kegiatan lain yang dapat di lakukan selain:
Lahir → Sekolah → Kerja → Nikah → Punya Anak → Kerja Sampai Mati.
Dan karena ini dilakukan secara kolektif dan masif oleh banyak orang sekaligus, maka akhirnya diterima sebagai norma (bahkan tujuan hidup) bahwa setelah kerja mau ngapain lagi kalau bukan nikah?

Bandingkan dengan kita sekarang.
Mau kemana-mana, transportasi umum tersedia dengan harga yang sangat terjangkau. Kalau mau melakukan perjalanan antar kota, tiket pesawat, kapal laut atau kereta api harganya sudah terjangkau.
Pendidikan bagus sudah tersedia di mana-mana, bahkan sebagian sudah dibiayai oleh pemerintah. Pendidikan informal pun dapat diperoleh dari kursus online yang telah banyak tersedia dengan harga yang sangat murah.
Komunikasi dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi media sosial atau aplikasi pesan seperti Facebook dan WhatsApp, yang juga sekaligus menjadi sarana untuk mendapatkan relasi baru. Bahkan terdapat aplikasi Tinder yang memang bertujuan untuk mendapatkan teman kencan.
Kita memiliki pilihan yang sangat berlimpah, yang menjadikan kita tidak terkurung pada satu titik secara fisik dan psikis.
Karena pilihan yang berlimpah itu pula, generasi muda menjadi punya banyak segudang keinginan dalam bucket list mereka.
"Mau jadi musisi terkenal!"
"Mau jadi pemain basket profesional!"
"Mau keliling Eropa selama sebulan!"
"Mau coba terjun payung!"
Dan mau mau lainnya.
Setelah menuliskan bucket list mereka, akhirnya mereka mulai berhitung apakah memiliki anak itu sepadan dengan membunuh keinginan-keinginan mereka.
Namun sayangnya, cuci otak dan doktrin dari para orangtua terlalu kuat yang membuat akhirnya mereka lebih memilih untuk mengubur keinginan-keinginan mereka dalam-dalam.

Namun gerakan childfree ini kembali bergaung! Bahkan jauh lebih kuat dari sebelumnya.
Kali ini didukung dengan sejumlah edukasi dan dorongan moral bahwa memiliki anak itu tidak mudah.
Generasi muda kembali memiliki harapan untuk mewujudkan keinginan-keinginan mereka.


source https://id.quora.com/Mengapa-generasi-muda-tidak-ingin-memiliki-anak

You Might Also Like

0 comments

SUBSCRIBE NEWSLETTER

Get an email of every new post! We'll never share your address.

Popular Posts

Flickr Images